|
|
PEDOMAN BUDIDAYA
Pembibitan
Budidaya jambu mete dapat diperbanyak secara generatif melalui biji dan secara
vegetatif dengan cara pencangkokan, okulasi, dan penyambungan.
Biji yang akan ditanam harus berasal dari pohon induk pilihan. Cara penanganan biji
mete untuk benih adalah :
- Buah mete/calon bibit dipanen pada pertengahan musim panen.
- Buah mete tersebut harus sudah matang dan tidak cacat.
- Biji mete segera dikeluarkan dari buah semu lalu dicuci bersih, kemudian disortir.
- Biji mete dijemur sampai kadar air 8-10%.
- Bila dikemas dalam kantong plastik, aliran udara di ruang penyimpanan harus
lancar dengan suhu antara 25-30 derajat C dan kelembaban: 70 -80%.
- Lama penyimpanan bibit ± 6 bulan, paling lama 8 bulan.
- Sebelum ditanam, benih (biji mete) harus disemai dahulu.
Pengolahan Media Tanam
- Persiapan
Sebelum ditanami lahan harus dibersihkan dahulu, pH harus 4-6, tanah tanaman
jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembab, juga
terhadap tanah yang kurang subur. Daerah dengan tanah liat pun jambu mete
dapat tetap bisa hidup dan berproduksi dengan baik. saat tanam jambu mete
adalah awal musim hujan, pengolahan tanah sudah dimulai di musim kemarau.
- Pembukaan lahan
Lahan yang akan ditanami jambu mete harus terbuka atau terkena sinar matahari
dan disiapkan sebaik-baiknya.Tanah dibajak/dicangkul sebelum musim hujan.
Batang-batang pohon disingkirkan dan dibakar, untuk tanah yang pembuangan
airnya kurang baik dibuatkan parit-parit drainase.
- Pemupukan
Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman. Sebaiknya disaat
tanaman masih kecil, pemupukan dengan pupuk kandang itu diulangi barang dua
kali setahun. Caranya dengan menggali lubang sekitar batang, sedikit diluar
lingkaran daun. pupuk atau kompos dimasukkan kedalam lubang galian itu.
Pemupukan berikutnya dilakukan dengan menggali lubang, diluar lubang
sebelumnya. Pemberian pupuk kandang dan kompos, kecuali dimaksudkan untuk
memperbaiki keadaan fisik tanah.
Teknik Penanaman
1. Penentuan Pola dan Jarak Tanam
Pada budi daya monokultur jarak tanam dianjurkan 12 x 12 m. Maka dalam setiap
satu ha lahan jumlah total tanaman yang dibutuhkan sebanyak 69 batang. Jarak
tanam dapat dibuat dengan ukuran 6 X 6 m sehingga jumlah total tanaman yang
dibutuhkan adalah 276 batang/ha. Kerapatan tanaman kemudian dijarangkan
pada umur 6-10 tahun.
Untuk efisiensi lahan, dapat diterapkan budidaya polikultur. Beberapa jenis
tanaman bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan sebagai tanaman sela. Sebagai
contoh adalah tanaman palawija, rumput setaria, dan jambu mete. Bibit jambu
mete yang berasal dari pencangkokan dapat ditanam dengan jarak 5 x 5 m, bila
jarak tanam jambu mete 10 x 10 m. Kedua bentuk ini hanya dapat diterapkan di
lahan datar. Di lahan miring harus disesuaikan dengan garis kontur.
2. Pembuatan Lubang Tanam
Cara membuat lubang tanam:
- Tanah digali dengan ukuran : 30 x 30 x 30 cm. Bila jenis tanahnya sangat liat,
ukuran lubang tanam dibuat: 50 x 50 x 50 cm. Bila di lubang tanam terdapat
lapisan cadas, harus ditembus, agar akar dapat tumbuh sempurna dan
terhindar dari genangan air.
- Pada waktu penggalian lubang, lapisan tanah bagian atas dipisahkan ke arah
Utara dan Selatan serta lapisan bawah ke arah Timur dan Barat.
- Lubang tanam dibiarkan terbuka ± 4 minggu. Pada waktu penutupan lubang,
tanah lapisan bawah dikembalikan ke tempat semula, disusul lapisan atas yang
telah bercampur dengan pupuk kandang ± 1 pikul.
- Di lubang tanam yang telah ditimbun dibuat ajir agar lubang tanam mudah
ditemukan kembali.
3. Cara Penanaman
Penanaman dapat dilakukan 4-6 minggu setelah lubang tanam disiapkan. Untuk
mengurangi keasaman tanah, pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan
pada musim kemarau.Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
- Bibit yang akan ditanam dilepas dari polybag. Tanah yang melekat pada akar
dijaga jangan sampai berantakan agar perakaran bibit tidak rusak.
- Penanaman dilakukan sampai sebatas leher akar atau sama dalamnya seperti
sewaktu masih dalam persemaian. Bila menggunakan bibit dari okulasi dan
sambung, diusahakan akar tunggangnya tetap lurus. Letak akar cabang
diusahakan tersebar kesegala arah. Ujung-ujungnya yang patah/rusak
sebaiknya dipotong.
- Tanah disekitar batang dipadatkan dan diratakan agar tidak dapat terdapat
rongga-rongga udara diantara akar dan tidak terjadi genangan air. Tanaman
perlu diberi penyangga dari bambu agar dapat tumbuh tegak.
Pemeliharaan Tanaman
- Penyiraman
Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air. Oleh karena itu tanaman perlu
disiram pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan secukupnya dan air
siraman jangan sampai menggenangi tanaman.
- Penyulaman
Penyulaman dilakukan setalah tanaman berumur 2-3 tahun. Apabila tanaman
berumur = 3 tahun maka pertumbuhan tanaman sulaman umumnya kurang baik
atau akan terhambat.
- Penyiangan dan Penggemburan
Bibit jambu mete mulai berdaun dan bertunas setelah 2-3 bulan ditanam.
Pembasmian gulma sebaiknya dilakukan sekali dalam 45 hari. Tanah yang
disiram setiap hari tentu semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit.
Akibatnya, akar tanaman tidak leluasa menyerap unsur hara. Untuk itu tanah di
sekitar tanaman perlu digemburkan.
- Pemupukan
Tanaman jambu mete dipupuk dengan pupuk kandang, kompos, atau pupuk
buatan. Pemberian pupuk kandang/ kompos dilakukan dengan cara menggali parit
melingkar, di luar tajuk sebanyak ± 2 blek minyak tanah (± 20 kg). Pupuk
dituangkan ke dalam parit dan ditutup dengan tanah. Pemupukan berikutnya
dilakukan dengan pupuk buatan.
5. Pemangkasan
Cara pemangkasan tanaman jambu mete dilakukan sebagai berikut:
- Tunas-tunas samping pada bibit terus-menerus dipangkas sampai tinggi
cabang mencapai 1 - 1,5 m dari tanah.
- Pilih 3 - 5 cabang sehat dan baik posisinya terhadap batang pokok.
- Pemangkasan ini dilakukan sebelum tanaman berbunga. Pemangkasan untuk
pemeliharaan dilakukan setelah tanaman berbuah.
- Penjarangan
Penjarangan dilakukan bertahap pada saat tajuk tanaman saling menutupi.
Apabila jarak tanaman 6 x 6 m dan ditanam secara monokultur maka tajuk
tanaman diperkirakan sudah bersentuhan pada tahun 6 - 10 tahun. Pada saat itu
penjarangan mulai dilakukan.
|
|