|
|
SYARAT TUMBUH
Iklim
- Tanaman jambu mete sangat menyukai sinar matahari. Apabila tanaman jambu
mete kekurangan sinar matahari, maka produktivitasnya akan menurun atau tidak
akan berbuah bila dinaungi tanaman lain.
- Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimun antara 15-25 derajat C dan
maksimun antara 25-35 derajat C. Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif
bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27 derajat C.
- Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembaban
nisbi antara 70-80%. Akan tetapi tanaman jambu mete masih dapat bertoleransi
pada tingkat kelembaban 60-70%.
- Angin kurang berperan dalam proses penyerbukan putik tanaman jambu mete.
Dalam penyerbukan bunga jambu mete, yang lebih berperan adalah serangga
karena serbuk sari jambu mete pekat dan berbau sangat harum.
- Daerah yang paling sesuai untuk budi daya jambu mete ialah di daerah yang
mempunyai jumlah curah hujan antara 1.000-2.000 mm/tahun dengan 4-6 bulan
kering (<60 mm).
Media Tanam
- Jenis tanah paling cocok untuk pertanaman jambu mete adalah tanah berpasir,
tanah lempung berpasir, dan tanah ringan berpasir.
- Jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan pH antara 6,3 - 7,3, tetapi
masih sesuai pada pH antara 5,5 - 6,3.
- Ketinggian Tempat
Di Indonesia tanaman jambu mete dapat tumbuh di ketinggian tempat 1-1.200 m dpl.
Batas optimum ketinggian tempat hanya sampai 700 m dpl, kecuali untuk tujuan
rehabilitasi tanah kritis.
|
|